Panduan Bisnis Ternak Untung

9 Jenis Jangkrik Ternak dan Cirinya

banner

Bosternak.com – Tidak hanya jenis lokal gryllus mitratus dan gryllus testaclus, berikut adalah 9 Jenis Jangkrik Ternak di Indonesia dan Cirinya. Simak Selengkapnya disini

9 Jenis Jangkrik Ternak dan Cirinya

Cuaca tropis memanglah surga bagi kehidupan Jangkrik. Di Indonesia saja para peneliti menemukan lebih dari 120 an jenis yang bisa teridentifikasi. Masyarakat umum mengenal jangkrik sebagai salah satu penyanyi malam yang dengan suaranya mampu memecah keheningan malam. Dalam rantai makanan, jangkrik masuk dalam rantai bawah. Memiliki kandungan protein hewani yang tinggi sangat cocok sekali sebagai bahan makanan hewan yang lebih besar darinya.

Jenis Jangkrik Ternak dan Cirinya

Manusia memanfaatkan untuk melakukan budidaya jangkrik untuk memperbanyak jumlahnya sebagai bahan makanan untuk Ternak lainnya diantaranya Burung Berkicau, Ikan Arwana,Reptil, Lele, Dll. Berikut adalah 9 Jenis Jangkrik Ternak di Indonesia beserta penyebarannya dan Cirinya :

1. Jangkrik Kalung (Gryllus Bimaculatus)

Salah satu jenis jangkrik yang paling umum di budidayakan, Persebarannya meliputi Sumatera bagian Timur dan Tengah, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Memiliki perkembangan tubuh yang lebih cepat, bobot panen lebih berat. Sangat menguntungkan bagi bagi para peternak. Selain itu keunggulan lainnya adalah tidak gesit, mudah pemberian pakan, karena pemakan segala

Jangkrik Kalung

Jangkrik kalung mengeluarkan bunyi dari kepakan sayapnya, masyarakat juga mengenalnya dengan nama jangkrik genggong. Hanya dibutuhkan waktu 25 – 30 hari untuk siap panen.

Namun, jenis ini kurang disukai oleh burung berkicau, karena kandungan airnya terlalu banyak dalam tubuhnya. Burung berkicau cenderung mengibaskannya ke kayu sebelum memakannya.

Daya tahan Jangkrik kalung juga dinilai kurang kuat, sering mengalami stress saat pergantian cuaca. Hal inilah salah satu penyebab kematian dalam memelihara hewan ini cukup tinggi.

Cirinya, saat masih bibitan jangkrik memiliki garis putih melingkar di sekeliling tubuhnya. Saat dewasa warna putih pada sekeliling tubuh akan memudar berganti hitam keseluruhan, bagian leher dan kaki mengeras.

2. Jangkrik Cokelat

Jangkrik ini lebih aktif, makannya lebih sedikit, saat panen ukuran tubuhnya lebih panjang tapi bobotnya lebih rendah. Persebarannya di wilayah Jawa Barat dan Sumatera bagian Barat.

Jangkrik Cokelat

3. Jangkrik Madu (Jamaican Cricket)

Sesuai namanya, jangkrik ini adalah import dari negeri reggae sana. Cirinya agresif, ukuran tubuhnya antara jangkrik cokelat dan kalun, memiliki antena panjang, Berwarna agak kekuningan.

Jenis jangkrik ini terbilang agak lambat masa panennya, yaitu hampir 2 bulan untuk panen budidaya jangkrik ini.

4. Jangkrik Seliring ( Teleogryllus mitratus)

Banyak orang juga menyebutnya bering, nama latinnya Teleogryllus mitratus . Dicetuskan pertama kali oleh Burmeister Valid di tahun 1838.

Jangkrik ini bisa mudah ditemui di persawahan dan ladang di daerah-daerah Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat. Sangat diminati oleh para peternak pemula karena mudah dibudayakan dan tahan banting dibanding jenis Jeliteng dan Jerabang. 

Sepintas orang akan melihat sangat mirip dengan jangkrik kalung, namun jika diamati dengan seksama akan nampak lebih pucat dibandingkan jangkrik kalung atau coklat kehitaman. Leher lebih lunak, jangkrik ini juga memiliki warna putih di antara leher dan perut dan akan memudar saat usia 20 hari. Ukuran tubuhnya juga lebih kecil, bahkan suaranya juga tidak sekeras jangkrik kalung.

Tubuh jangkrik seliring betina didominasi warna hitam , tapi kakinya berwarna kuning pucat. Tubuh pejantannya berukuran sedang berwarna agak hitam buram, tubuhnya pun nampak tidak kokoh dan bunyinya agak pelan. 

Masa panen jangkrik ini berumur 30-35 hari, namun burung berkicau sangat menyukainya karena kandungan airnya lebih sedikit.

5. Jangkrik Tropis (Gryllodes sigillatus)

Jenis jangkrik paling popoler bagi para pemancing Ikan. Jenis jangkrik liar yang mudah ditemukan di alam bebas, namun lumayan susah untuk di ternak. Sangat lincah, bisa melompat dengan tinggi. Ukuran tubuhnya juga lebih kecil jika dibandingkan jangkrik kalung

6. Jangkrik Jeliteng

Salah satu jenis jangkrik yang banyak di ternak oleh masyarakat. Mudah dipelihara dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, tidak mudah stress, daya telur betina banyak antara 60 – 100 telur.

Jangkrik Jaliteng

Habitat jangkrik ini di tempat yang lembab, di sekitaran sawah dan ladang. Berwarna hitam legam mengkilat, dengan sedikit warna kuning di bagian sayap atas, pada jangkrik betina ada sedikit warna kuning kecoklatan pada bagian ujung kaki.

Harga jual Jangkrik ini lumayan mahal, seharga Rp. 2.500 – Rp. 10.000 per ekornya. Karena merupakan jenis jangkrik aduan, sangat disukai oleh para penjudi untuk mempertaruhnkan sejumlah uang melalui adu kuat di arena kotak kayu

7. Jangkrik Alam (Acheta domesticus)

Salah satu jenis jangkrik yang banyak dibudidayakan. Banyak ditemui di sekitar kebun, alas, atau hutan. Cirinya tubuhnya berwarna cokelat kekuningan sedikit abu-abu. Masa panennya tidak terlalu lama, namun ukuran tubuhnya terbilang kecil dibandingkan jenis budidaya yang lain.

Di luar negeri, jangkrik alam dibudidayakan untuk dijadikan olahan snack diet bagi manusia, karena terkstur dagingnya yang kering namun kaya akan kandungan protein.

8. Jangkrik Jerabang

Banyak orang terkecoh dengan jenis ini karena sangat mirip bentuknya dengan Jeliteng. Jika diamati lebih lanjut, jenis ini akan nampak berwarna sedikit warna merah  diantara warna hitam mengkilap. Ciri lainnya tubuhnya kokoh, tapi penakut saat diadu. Suaranya nyaring, kurang gesit, Ukuran tubuhnya sedang, lebih kecil daripada jeliteng

Jangkrik Jerabang

Jerabang gampang dipelihara, oleh karena itu para peternak sangat menyukainya. Ikan hias dan burung pun cocok dengan pakan jangkrik ini

9. Jangkrik Kidang

Jenis jangkrik ini sempat mengalami kelangkaan karena banyak diburu oleh manusia. Namun, berkat kegigihan para pembudidaya, jenis ini kini mulai banyak lagi bahkan menjadi salah satu primadona pakan jenis jangkrik karena dipercaya memiliki kandungan protein lebih baik daripada jenis yang lainnya.

Habitat aslinya ada di persawahan, mengeluarkan suara yang nyaring slaing bersahutan dengan yang lainnya untuk menarik lawan jenis. Waktu ternak juga lumayan singkat sekitar 30 hari.

Pembahasan 9 Jenis Jangkrik Ternak dan Cirinya ini semoga membuat pak bos sekalian terbuka cakrawalanya. Simak terus pembahasan kami lainnya

Incoming search terms:

  • jangkrik berwarna apa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...