Ternak Untung

Cara Sederhana Ternak Ulat Sutera Modern

banner

 Bosternak.com – Ternak Ulat sutra bagi Sebagian orang mungkin menjijikkan, namun bagi yang sudah mengetahui seluk beluknya, hal tersebut bisa jadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Pemerintah kita juga mendorong para peternak Ulat sutera dengan bantuan-bantuan alat pemintalan benang dan menampung hasil panen ulat sutra dari para peternak. Pasar ekspor juga sangat terbuka sangat luas terhadap penjualan benang sutra.

Ulat sutra mempunyai sepasang kelenjar air liur yang disebut sericteries. Air liur inilah yang akan memproduksi cairan berprotein tinggi disebut spinneret, cairan ini berwarna jernih dan kental

Adapun taksonomi ulat sutra sebagai berikut.
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
0rdo : Lepldoptera
Famili : Bombycidae
Genus : Bombyx
Spesies :B. mori

Dalam artikel kali ini pak Bos akan membawa teman-teman untuk mengunjungi peternakan ulat sutra modern yang ada di Luar negeri. Untuk memudahkan visualisasi bagaimana ternak ulat sutra diolah, pak bos juga menghadirkan videonya juga

Ternak ulat sutera modern

Sebuah proses yang benar-benar indah ! proses dimana makhluk indah ini menghasilkan salah satu benang paling berharga dengan pola simetris yang diciptakan melalui proses dari memakan daun dari bahan organic serta bantuan alami dari alam sekitar

 

Sumber Video 

Ulat Sutera memakan daun Murbei

Untuk menghasilkan benang sutera terbaik, Ulat ini diberi makan daun murbei. Nampak juga ulat mengeluarkan kotoran di sekelilingnya. Berikutnya ulat ini sedang membangun kepompong untuk pelindung dirinya sendiri atau biasa disebut kokon serta bakal calon serat sutra yang bisa mengandung serat yang sangat panjang

Proses pemijahan kepompong

       Dalam proses ini dilakukan pemijahan serat-serat yang menempel dalam kepompong, dibutuhkan ketelatenan dalam tahap ini.

Kepompong di rendam air panas

Kepompong sutra di rendam di air panas berguna untuk 2 tujuan :

  1. Membunuh ulat sutra yang ada di dalam kepompong
  2. Menghilangkan getah lengket dari benang sutera sehingga mudah dikumpulkan.

Ujung sutra menjadi terurai dari kepompong dan benang sutra mulai di pintal oleh mesin sampai menjadi lebih banyak dengan menggabungkan benang sutra yang lain

Ternak ulat sutera

Benang sutera jadi kain

Dalam proses terakhir menunjukkan para pekerja sedang mengumpulkan kain sutera untuk dijadikan bahan kain bermotif yang kemudian di jual di toko

Cara Sederhana Ternak ulat sutera modern

Ternak ulat sutera modern

1. Pemilihan Bibit Ulat Sutera

Pemilihan bibit yang tepat berdasarkan pada ketinggian lokasi ternak adala hal penting pertama. Bibit bermutu tinggi import dari Jepang digunakan untuk lokasi kandang >700 m dpl. Sedangkan untuk daerah <700 m dpl digunakan bibit persilangan lokal dan Import. Hasil produksi maksimal, lokasi terbaik untuk peternakan ulat sutra aalah daerah dataran tinggi.

1 kotak bibit sutra seberat 11,7 g berisi sekitar 20.000 bibit telur. Dari bibit tersebut diperkirakan akan menghasilkan 25kg -30 kg kokon basah di musim kemarau, sedangkan di musim hujan akan menghasilkan lebih banyak kokon. Tidak mengherankan bukan jika daerah pegunungan adalah lokasi yang ideal untuk produksi. DIperlukan 20 kg Daun murbei kering untuk menghasilkan 1 kg kokon.

2. Kandang Ternak Ulat Sutera

Kandang dilakukan dalam peti ukuran 95 x 70 x 12 cm, bahan bisa berupa kayu, aluminium atau seng. Setiap kotak wajib mendapatkan sirkulasi udara yang cukup. Suhu ideal adalah 27 – 28 derajat celcius dengan kelembapan udara 90%. Pencahayaan perlu di atur sedemikian rupa, penyinaran dilakukan selama 16 – 18 jam sehari sedangkan dibutuhkan 6-8 jam dalam keadaan gelap. Dalam kegelapan ulat sutera akan lebih aktif bergerak, kokon lebih berbobot, benang sutra juga akan semakin besar

Kandang bentuk rak adalah yang paling efisien dalam pemeliharaan. Di usahakan disediakan dua ruang yang berbeda untuk memishkan yang kecil dan yang besar. Ventilasi udara yang cukup wajib di perhatikan, pastikan dilakukan penyemprotan 2 -3 hari sebelum bibit masuk kandang dengan campuran kaporit 0,5% atau formalin 2-3% secara merata

 3. Pemeliharaan

Iklim lingkungan sekitar dan cara pengelolaan yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap produksi kokon yang dihasilkan. Ketrsediaan daun buah murbei yang melimpah juga menjadi kunci pemeliharaan ternak ini. oleh sebab itu, tanaman murbei wajib ditanam di sekitar kandang sebagai bank pakan. DIbutuhkan juga seseorang yang menguasai dengan baik dalam menghandle terutama pada tahapan ke 5 sampai waktu mengkokon, diperlukan ketelatenan yang tinggi oleh peternak karena harus selalu memperhatikan ketersediaan pakan.

Suhu dan udara wajib dijaga agar stabil. Saat ulat sutera menetas sampai stadia ke 3 adalah waktu yang rentan dari serangan semut, tikus serta lalat. Suhu serta kelembapan udara harus dijaga, dibutuhkan juga udara bersih yang mengalir karena Catterpillar bernafas dengan bantuan 18 alat pernafasan yang terletak disamping tubuhnya.

4. Pemberian pakan

DAun murbei adalah sumber pakan utama untuk menghasilkan panen terbaik. Daun terbaik adalah yang di petik pada pagi hari, saat kandungan air masih tinggi, penuh akan protein, karbohidrat, vitamin serta mineral yang mencukupi. Daun layu dan kering tidak baik untuk ulat sutra. Kebutuhan air akan meningkat saat mencapai stadia ke 5 untuk pembentuk kokon.

Untuk memudahkan daun murbai terserap dengan baik oleh Ulat sutra kecil, sebaiknya diiris terlebih dahulu sebelum diberikan, untuk uulat yang lebih besr tidak perlu di potong. PErhatikan juga dalam pemberian pakan, pastikan jangan sampai berlebih terlalu banyak yang bisa menyebabkan daun busuk menumpuk di kandang

Selain murbei, ulat sutra dewasa juga bisa mengkonsumsi daun singkong meski jumlahnya lebih sedikit

5. Pemeliharaan Kesehatan

Penyakit yang sering menyerang ulat sutera adalah berak ulat tidak sempurna, sakit nanah, diare karena bakteri serta penurunan nafsu makan. SAkit nanah terjadi karena serangan virus N yang masuk dalam darah. kulit mudah sobek dan keluar nanah. Pencegahannya adalah menjaga suhu dan kelembapann, terutama saat tidur

Virus jenis C menyebabkan penyakit Polihedral desease. VIrus ini berasal dari bakteri yang berasal dari daun sisa makanan yang membusuk. Penyakit ini juga diduga dipicu oleh fluktuasi suhu udara yang tinggi. Gejalanya ditandai kulit kepala menipis, berwarna bening, nafsu makan berkuran dan gerakan melemah

6. Panen Ulat Sutera

Hasil panen ulat sutra adalah kokon dan serat sutera. Setelah 4 hari kokon akan berubah menjadi pupa. Kriteria kokon yang baik adalah berwarna putih, bentuk sesuai sifat dari jenis ulat, ukuran besar, kerut kokon halusberat maksimal dan presentase kulit rendah. berat dan ketebalan serat sutra erat hubungannya dengan kualitas benang sutra.

Semoga pembahasan Cara Sederhana Ternak Ulat Sutera Modern ini bermanfaat untuk anda.

Simak juga pembahasan kami lainnya :


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...