Panduan Bisnis Ternak Untung

Omset 500 Juta, Ternak Lipan Membidik Pasar Eksport

banner

bosternak.com – Kelabang selama ini dianggap hewan berbisa, namun di tangan anak muda Ternak Lipan Membidik Pasar Eksport Vietnam, selain juga pasar domestik Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang

Ternak Lipan Membidik Pasar Eksport

Ternak Lipan Membidik Pasar Eksport

Ricky Santri Kurniawan mematahkan anggapan orang lain yang menganggap bisnis ini tidak memiliki proses yang cerah. Ricky menyulapnya menjadi komoditas yang bernilai ekonomis

Keriuhan para ibu ibu selalu hadir di pelataran rumah Ricky di Dusun Belimbing, desa Melati 2, Kecamatan perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatra Utara

Sejak pagi sampai sore ibu-ibu sibuk menusuk Lipan dengan lidi pelepah sawit. Dengan alat sederhana pisau cutter, tusukan, dan meja para ibu ibu ini secara seksama menusukkan Kelabang satu demi satu. Lipan ditusuk pada bagian kepala dan ekor sehingga memanjang secara sempurna.

Sebelum ditusuk, lipan dikelompokan menjadi beberapa grade berdasarkan keseragaman panjangnya, Lipan yang telah ditusuk kemudian diletakkan pada bidang datar panggangan yang terbuat dari jaring kawat. Setelah itu diletakkan diatas tungku untuk dikeringkan. Lama pengasapan antara 3-5 jam. Hasil pengolahan kering inilah yang nantinya akan dilempar ke pasaran. Selain Maggot BSF, lipan merupakan Pakan alternatif Ikan Arwana.

Memulai Usaha ternak Lipan

Memulai Usaha ternak Lipan

Ricky memulai usaha ternak lipan sejak 2015 lalu, sebelumnya usaha ini telah dirintis oleh sang ayah sejak 1986 silam. Awalnya dia hanyalah pengepul dan penangkap kelabang kering untuk dijual sebagai pakan utama Ikan Arwana.

Penjualan awal mampu menjangkau pasar Medan dan Jakarta, semakin lama pasar pun semakin luas sampai Indonesia Timur terutama Surabaya. Untuk menyiasati masa simpan maka dibuatlah Lipan Kering

Ternak Lipan Eksport Vietnam

Budidaya Lipan Kelabang

Media sosial memang benar-benar bisa merubah kehidupan orang. Bearawal dari media sosial, ricky berkenalan dengan seorang pengepul besar dari luar negeri. Negosiasi pun berlangsung dicapai kesepakatan harga jual lipan 

Pada awal Agustus lalu RIcky mulai memberangkatkan Eksport Lipan kering dengan berat total 460 Kg. Harga cukup fantastis yaitu Rp. 1.200.000,- / kg. Dari eksport perdana tersebut Ricky mendapatkan sekitar Rp. 500.000.000,-. 

 

” Kalo bapak mulai ternak lipan sejak 1980 an, kalo Ricky full pegang kendali sejak 2015 sampai sekarang udah saya handle Senriri “

Ungkap Ricky

” Dulu kita jual lokal aja, Medan, Jakarta, Surabaya dengan kapasitas produksi 500 ekor perhari, untuk sekarang kita jual kering harga kiloan”

Ricky menambahkan

Para pemburu lipan setiap hari bisa mendapatkan 40 – 80 ekor Lipan dengan jam kerja dari pagi hingga sore hari, Ricky akan mengambil dengan harga Rp. 1.500,-/ekor. Karena semakin hari semakin sulit untuk mencari akhirnya kini warga mulai budidaya dengan mengawinkan lipan jantan dan betina

Lipan jantan dan betina didapatkan dari warga sekitar dan juga petani di desa. Budidaya kembang biak lipan ini kini semakin berkembang menjadi sistem kemitraan bersama. Sebagai usaha sampingan para penggarap kebun terutama. Secara langsung ricky Ternak Lipan Membidik Pasar Eksport turut juga membantu perekonomian warga


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...