Panduan Bisnis Ternak Untung

Panduan Sukses Ternak Ulat Hongkong Bagi Pemula

banner

bosternak – Harga jual stabil, Segmen pasar burung kicau, kini saatnya anda tau Panduan Sukses Ternak Ulat Hongkong Bagi Pemula. Mulai sekarang sebelum orang lain yang ambil kesempatan ini

Peluang ternak ulat hongkong ini masih sangat terbuka lebar karena masih minimnya petani yang melakukan ternak ulat hongkong ini, disisi lain banyak orang yang membutuhkan ulat hongkong sebagai makanan hewan peliharaan maupun ternak mereka. Untuk Anda yang mencari solusi bagaimana ternak ulat hongkong, simak artikel tentang panduan sukses ternak ulat hongkong bagi pemula ini sampai selesai.

Panduan Pemula Sukses Ternak Ulat Hongkong

Ternak ulat hongkong

Ulat hongkong menjadi salah satu makanan burung, ikan reptile dan sebagai makanan ternak kroto yang banyak dicari orang, karena mengandung banyak protein yang sangat tinggi. Ulat hongkong ini berasal dari kumbang, dimana kumbang ini nantinya akan bertelur dan menghasilkan larva, dan larva itu lah yang disebut dengan ulat hongkong. Ternak ulat hongkong ini dibutuhkan ketlatenan serta kesabaran dalam perawatannya.

Pemilihan Bibit Ulat Hongkong

Sebagai pemula, Anda pasti mencari tahu bagaimana cara mendapatkan bibit unggul untuk ternak ulat hongkong. Ada dua cara yang dapat Anda pilih, yang pertama Anda dapat menggunakan langsung bibit ulat hongkong atau memelihara kumbang terlebih dahulu. Jika Anda memilih menggunakan langsung bibit ulat hongkong maka Anda dapat membeli di toko ternak atau petani ternak ulat hongkong sekitar 2 kg bibit.

Bibit ulat hongkong yang berkualitas dan baik dapat dilihat secara langsung, seperti memiliki panjang yang sesuai antara 2-3cm dengan diameter 3-4mm. Karena ulat yang sudah memiliki panjang tersebut akan segera berubah menjadi kepompong dan kumbang setelah 7-10 hari, hal ini dilakukan supaya ulat hongkong cepat berkembang biak.

Mempersiapkan Media Ternak Ulat Hongkong

Ulat Hongkong

Media ternak ini juga dapat disebut kendang tempat kumbang bertelur dan menghasilkan ulat hongkong. Beberapa langkah membuat media ternak ulat hongkong ini antara lain

  • Hal yang pertama harus Anda lakukan adalah mempersiapkan rak sebagai tempat ternak ulat hongkong.
  • Kemudian persiapkan media kendang tempat ulat berkembang biak menggunakan wadah berbahan triplek maupun kayu dengan ukuran panjang 60 cm, tinggi 7 cm dan lebar 40 cm, ini merupakan idealnya media ternak yang biasa digunakan.
  • Jika menggunakan triplek, berikan lakban di bagian tepi, supaya ulat tidak bisa keluar kendang.
  • Kemudian susun wadah tersebut di dalam rak yang sudah tersedia

Proses Pengembang-biakan Ulat Hongkong

Ulat hongkong berkembang biak dengan cara bertelur, kemudian berubah menjadi larva atau ulat hongkong, lalu menjadi kepompong dan keluar menjadi kumbang. Nah dalam panduan sukses ternak ulat hongkong ini akan dipaparkan proses utama dalam pengembang biakan ulat hongkong supaya hasil panen melimpah dan berkualitas. Berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan:

  • Pemisahan Kepompong

larva atau ulat hongkong yang sudah menjadi kepompong harus segera dipisahkan ke tempat yang berbeda, supaya ulat tidak memakan kepompong tersebut. Namun sebelum memisahkan kepompong, perhatikan dahulu apakah warna kepompong sudah berubah warna menjadi putih kecoklatan, selain itu pemindahannya pun harus dilakukan dengan hati-hati supaya tidak rusak.

Sediakan media tempat ternak yang kosong dan sudah dilapisi koran kemudian taruhlah kepompong di tempat tersebut, jangan sampai ada yang tertumpuk, setelah itu lapisi juga bagian atasnya menggunakan koran. Setelah 10 hari, kepompong tersebut akan berubah menjadi serangga dengan sayap putih atau disebut dengan kumbang muda.

  • Pemisahan Kumbang

Pemisahan kumbang ini dilakukan pada saat kepompong sudah berubah menjadi kumbang yang sudah berwarna hitam, sediakan media kosong baru dengan dilapisi kapas untuk tempat berkembang biak. Setelah 7 hari masa pemindahan, harus dipisah lagi ke media kosong dengan dilapisi kapas baru. Hal ini karena dalam masa 7 hari tersebut kumbang sudah kawin dan bertelur di media kendang tersenbut, sehingga harus segera dipisahkan.

Setelah 10 hari, telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva kecil, biarkan hingga 30 hari sebelum dipindah ke wadah khusus perawatan dan pembesaran ulat hongkong. Dan di hari ke 50 biasanya ulat hongkong sudah bisa dipanen untuk dijual

Tata Cara Pemberian Pakan Ternak Ulat Hongkong

Hal paling utama yang banyak dicari orang dalam panduan sukses ternak ulat hongkong adalah pemberikan pakan. Pakan untuk ulat hongkong ini sebenarnya mudah dicari dan ditemukan, seperti bekatul, ampas tahu, serta sayuran hujau seperti selada. Usahakan memberikan pakan tersebut secara bergantian supaya ulat tidak bosan dan nutrisi tetap terpenuhi untuk proses perkembangbiakan ulat hongkong tersebut.

Pemberian pakan pada ulat hongkong tidka boleh terlalu banyak, cukup dengan memberikan 500 gram setiap 4 hari sekali. Cara memberikan makanan ini adalah dengan dikepal-kepal menjadi 3 bagian dan sebarkan, usahakan tidak menimbum ulat yang dapat menimbulkan kepompong menjadi busuk. Sedangkan untuk pemberian pakan pada kumbang, diberikan setiap 3 hari sekali, dengan berat 100 gram dan sebarkan secara merata.

Tahap dan Cara Pemeliharaan Ternak Ulat Hongkong

Dalam tahap pemeliharaan ini harus diperhatikan, karena akan berdampak pada hasil ternak ulat hongkong yang melimpah dan menghindari beberapa masalah yang menjadi penyebab gagalnya panen ulat hongkong. Untuk itu pemeliharaan yang harus Anda lakukan seperti menempatkan tempat ternak dengan suhu yang sesuai, biasanya ternak ulat hongkong ini memiliki suhu ideal antara 29-30°C, usahakan juga memberikan sirkulasi udara yang baik.

Bersihkan media tempat ternak ulat hongkong secara berkala, usahakan selalu membersihkan sisa makanan dan sisa kulit kering dari kumbang, supaya mudah dalam pemisahan kepompong nantinya. Dalam tahap pemeliharaan ini memang dibutuhkan kesabaran dan ketlatenan, usahakan Anda melakukan cek setiap hari di media  tempat ternak tersebut, jika ada predator atau gangguan hewan lain segera bersihkan supaya pertumbuhan ulat tidak terganggu.

Untuk tempat hidup ulat hongkong ini, Anda dapat memberikan media tempat ternak berupa media polar gandung yang diberikan bonggol jagung dan disebarkan secara merata di wadah yang sudah Anda buat sebelumnya, hal ini supaya ulat lebih merasa nyaman dan tumbuh dengan sehat

Masa Panen Ternak Ulat Hongkong

Masa panen menjadi kegiatan yang paling ditunggu oleh para peternak ulat hongkong. Masa panen ulat hongkong ini dilakukan pada saat ulat berusia 90 hari sejak pertama pembibitan dilakukan. Nah untuk ulat yang sudah siap dipanen, berkisar antara 50 hari sejak ulat menetas pertama kali. Kemudian Anda bisa menjual kepada pengepul atau orang yang mau membeli secara langsung. Biasanya harga ulat hongkong ini 1 kg dipatok seharga Rp.20.000 hingga Rp.30.000

Simak juga pembahasan kami lainnya :

Jika Anda mampu menghasilkan berpuluh kg ulat hongkong dari hasil panen, maka tinggal Anda kalikan saja berapa uang yang dapat Anda peroleh. Namun hal ini juga harus didukung dengan perawatan dan pemeiliharaan untuk ulat hongkong, supaya sukses dalam melakukan ternak ulat hongkong.

Nah itu tadi panduan sukses ternak ulat hongkong bagi pemula. Memang dibutuhkan kesabaran dan ketlatenan dalam mengembang-biakan ulat hongkong sehingga menjadi ulat dewasa yang siap dipanen. Semoga bermanfaat!

Incoming search terms:

  • sukses ternak ulat
  • Kitaran hidup ulat hong kong
  • prises pemberian paksn ulat hongkong mulai dari kepompong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...